mengenal diri melalui seni

~ Mengenal Diri Melalui Seni ~

Kejernihan fiqir dan kelembutan hati yang penuh akan hikmah pada diri Kanjeng Sunan Kalijaga merupakan sarana da’wah yang paling tepat di tanah jawa. Sehingga dengan begitu, nasihat-nasihat beliau mampu membuka hati orang-orang kafir musyrik tanpa pertumpahan darah. Dengan keluasan ‘ilmu syar’i dan jiwa seni tinggi yang diwariskan sang guru, beliau mampu memadukan dua unsur yang saling bertentangan, iaitu syari’at Islam dan budaya hindu. Beliau mengemasnya dalam bentuk seni pewayangan, merubah kandungan-kandungan yang semula kurang (tidak) berma’na menjadi penuh nasihat dan hikmah Islami.

Dalam pewayangan, kita mengenal satu bentuk wayang dengan wujud gunung yang disebut ”Kayon”, dan ia tak pernah ditiadakan dalam semua lakon (cerita). Kayon yang beliau tashrif dengan kata ”حْي” merupakan lambang kehidupan, berbentuk segi lima memanjang yang berarti 5 waktu dalam sehari, iaitu Sholat. Adapun ornamen yang ada dalam kayon tersebut dari ujung atas dilambangkan dengan burung merak, monyet/ kera, sapi/ banteng, harimau, banaspati, buto rekmokolo, cingkoro bolo-bolo upoto, rumah dengan empat tiang yang kesemuanya memiliki ma’na dalam حْي (kehidupan) ini.

* Burung Merak

Gambar merak dengan sayap mengembang nan cantik melambangkan pribadi seseorang yang pandai memberikan nasihat hikmah, menjadikannya pusat perhatiaan, pandai beradaptasi, keadaan jiwa yang stabil, memiliki antusiasme dan sikap optimis demi perubahan yang lebih baik. Dan kepribadian yang demikianlah wajib kita teladani.

Diantara haiwan yang disebut-sebut dalam al Hadits, burung Dijadikan-Nya satu permisalah yang baik :

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allaah, sungguh Allaah akan Memberikan kalian rizqi sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”[HR. Ahmad (1/30), Tirmidzi no. 2344, Ibnu Majah no. 4164, dan Ibnu Hibban no. 402]

* Monyet/ Kera

Di dalam al Qur-aan, kera Dijadikan-Nya permisalan untuk haiwan yang hina dan buruk rupa. Iaitu orang-orang Yahudi terkutuk yang melanggar perjanjian hari Sabat :

وَ لَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خَاسِئِيْنَ

Dan sesungguhnya telah Kami ketahui orang-orang yang melanggar perintah pada hari Sabtu, maka Kami firmankan : Jadilah kamu kera-kera yang dibenci (terkutuk) !” (Q.S al-Baqoroh : 65)

Dan pada kenyataannya, kera/ monyet memang merupakan satu haiwan yang memiliki karakter buruk :

1.Monyet berwatak semau gue dan berlagak pilon

Seekor monyet jika sudah mendapatkan makanan di tangannya, ia tak peduli lagi pada monyet-monyet lain di sekitarnya.

Ini adalah gambaran bagi orang atau pejabat yang tidak memperdulikan suara rakyat yang dulu mendukungnya untuk mencapai kursi kekuasaan. Ibarat pepatah, “lupa kacang pada kulitnya”, yang bisa diartikan : “kerna sudah dapat kekuasaan, lupa pejabat akan rakyatnya”.

2.Monyet tidak bisa diam

Seekor monyet tangan dan kakinya akan senantiasa bergerak walau sekedar menggaruk-garuk kepala.

Ini adalah gambaran bagi orang atau pejabat yang suka usil, ia tak lebih dari biang kerok yang pandai memancing keributan dan menambah permasalahan baru, bicara ceplas-ceplos tak tentu arah. Pendapatnya mencla-mencle tak bisa dijadikan pegangan.

3.Monyet pandai berakting

Jika monyet berakting di sirkus semua anak kecil senang, artinya monyet hanya pantas dijadikan penghibur bagi anak-anak kecil.

Ini adalah gambaran bagi orang atau pejabat yang tidak memiliki gambaran riil.
Ia naik ke kursi kekuasanaan bukan karena kemampuannya, tapi karena popularitas dan pendukung butanya.

4.Monyet sangat rakus

Seekor monyet, ketika ada kesempatan mengambil makanan, segera ia penuhi tangan kanan dan kirinya, bahkan kedua kakinya.

Ini gambaran bagi orang atau pejabat yang menggunakan aji mumpung.
Tak ada lagi rasa malu dan risih mengeduk harta rakyat untuk dibagikan kepada keluarga dan kroni-kroninya.

* Sapi / Banteng

وَ اِذْ قالَ مُوْسى لِقَوْمِهِ اِنَّ اللّهَ يَاءْمُرُكُمْ اَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَهً قالُوا اَتتّخذنا هُزُواً قالَ اَعُوذُ بِاللّهِ اَنْ اَكُونَ مِنَ الْجاهِلينَ

“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya Allaah menyuruh kalian untuk menyembelih seekor sapi betina (lalu pukulkanlah bagian dari sapi itu ke tubuh jenazah yang tidak diketahui pembunuhnya itu sehingga ia bangun dari kematiannya dan memberitahukan siapa pembunuhnya yang sebenarnya)”. Mereka berkata, “Apakah engkau memperolokkan kami?” Ia menjawab, “Aku berlindung kepada Allaah agar tidak termasuk golongan orang-orang yang bodoh” (QS. Al-Baqoroh : 67)

Dalam Ayat di atas mengisahkan tentang pembunuhan Bani Isroil, dimana Allaahu Ta’aalaa Berfirman kepada Nabi Musa ‘Alayhis Salam agar memukulkan bagian dari sapi yang telah disembelih kepada si mayit yang tidak diketahui pembunuhnya. Dengan begitu si mayit akan Dihidupkan-Nya kembali dan menunjuk siapa pembunuhnya.

Dari sinilah munculnya satu kaum yang kemudian ”mengagungkan sapi” dengan tidak semestinya.

-Sifat-sifat sapi :

1. Rakus

Meskipun telah diberi makanan yang banyak, dia akan tetap berkata ”nueeehh” (maneh) artinya lagi. Sifat seperti inilah yang juga ditiru oleh manusia rakus, kufur ni’mat.

2. Pemalas

Jelas, sapi adalah hewan tipe pemalas, kalau tidak dicambuk dia tidak akan bekerja. Dan dalam Islam, sifat ini sangat Dibenci Allaah.

3. Keras kepala

Sifat keras kepala, menjadikan seseorang tidak mau merubah sudut pandangnya, enggan bermuhasabah. Ngglundhung sak karepa dewe, artinya semau-mau gue.

4. Kuat

Meskipun secara fisik haiwan ini memiliki tenaga yang kuat, namun dia tidak bisa mengeluarkan potensinya. Sama halnya pekerja keras yang mau diupah dengan hanya sedikit saja.

* Harimau

Sifat-Sifat Harimau :

1. Egois

Sifat ego tinggi adalah perkara yang juga sangat Dibenci Allaah. Sagaimana Fir’aun dan Qorun yang ditelan bumi kerna keangkuhannya, itulah salah satu hukuman bagi manusia yang ber-ego tinggi.

2. Ambisius

Dunianya tidak lepas dari gelimang uang, kekuasaan, dan ketenaran. Semua itu didapatinya dengan menghalalkan segala cara. ”Semua hendak dikuasainya” . Tipe orang yang memiliki sifat seperti ini tidak mau mendengar nasihat. Selalu saja mengejar apa yang terbesit dalam hatinya.

3. Kuat namun Labil

Karakter ini sangat lekat dengan psikologis harimau. Keadaan jiwa yang berubah-ubah, diwarnai tawa, air mata, sakit hati, kegembiraan, putus asa, dan kecamuk emosi. Walaupun ada sisi menawan dalam dirinya, namun sangat disayangkan dengan sikapnya yang terburu-buru.

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ

”Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa,,” (QS. Al-Anbiyaa Ayat: 37)

Dan Allaah -pun Menitahkan agar tidak bersikap terburu-buru, bahkan Titah tersebut ditujukan kepada Rosuulullaah Shollallaahu ‘Alayhi wa Sallam :

وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ

”,, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur`an,,” (QS. Thoohaa : 114).

* Banaspati

Sebangsa makhluq halus yang wajahnya ”merah menganga” , menunjukkan dia itu seorang pemarah (nesunan/ kodo). Awas !! Seseorang yang mudah marah, dia akan mudah terserang penyakit, termasuk penyakit kejiwaan ataupun hati. Akan tetapi kalau berani meredam amarah dan menghindari rasa dendam, tiket bagi anda untuk membeli bidadari-Nya

Sabda Rosuulullaah Shollallaahu ‘Alayhi wa Sallam :

من كظم غيظا وهو قادر على أن ينفذه، دعاه الله عز وجل على رءوس الخلائق يوم القيامة حتى يخيره الله من الحور العين ما شاء [سنن أبي داود]

“Barangsiapa yang menahan marah padahal ia mampu melampiaskannya, Allaah akan Memanggilnya di hadapan semua makluq pada hari kiamat sampai Allaah Menyuruhnya memilih bidadari sesuai yang ia inginkan”. [Sunan Abu Daud]

Jika kita berani mema’afkan kedholiman orang lain kepada kita, maka Allaah -pun akan Mengampuni kesalahan-kesalahan kita kepada-Nya :

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ } [النور: 22]

“Dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada, apakah kamu tidak menginginkan Ampunan Allaah? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS. An-Nuur : 22]

Ketika datang setan menggoda kita, maka hendaklah kembali memohon perlindungan kepada Allaahu Ta’aalaa, dan inilah yang Dia Titahkan kepada kita,

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ} [الأعراف: 200]

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allaah, Sesungguhnya Allaah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” [QS. Al-A’raaf:200]

”[Yang harus kita ingat, bahawa setiap sa’at mereka itu selalu menggoda kita]” ^__^

Rosuulullaah mengajarkan sebuah do’a kepada kita agar dapat melawan kemarahan dalam diri kita ketika marah,

Sulaiman bin Shurd rodliyallaahu’anhu berkata: Dua orang saling mencaci di sisi Rosuulullaah Shollallaahu ‘Alayhi wa Salam dan kami duduk bersamanya. Salah satu dari keduanya mencaci temannya dalam keadaan marah dengan wajah yang memerah. Maka Rosuulullaah bersabda:

إِنِّى لأعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ ، لَوْ قَالَ : أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Sesungguhnya aku tau kalimat yang kalau ia baca maka akan hilang amarah yang ia rasakan. Kalau ia membaca: “Aku berlindung kepada Allaah dari setan yang dirajam”. [Sahih Bukhori dan Muslim]

Dalam tingkatan Ichsan, maqom tertinggi daripadanya yang didambakan seorang mukmin sejati adalah Machabbah, Chubbullaah. Dan salah satu tangga menuju ke maqom tersebut adalah dengan mema’afkan kesalahan-kesalahan orang lain terhadap kita. Sulit memang, namun wajib dijajal !

وَالْكَظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

“,,dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain dan Allaah Mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imron : 134)

Rosuulullaah Shollallaahu ‘Alayhi wa Sallam -pun memberi title ”kuat” atau perkas bagi orang-orang yang mampu menahan kemarahannya ketika sedang marah, beliau bersabda :

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Bukanlah orang yang kuat itu adalah orang yang selalu mengalahkan lawannya, akan tetapi orang kuat itu adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah”. [Sahih Bukhori dan Muslim]

* Buto Rekmokolo

Buto, artinya setan. Sedang Rekmokolo bisa diertikan dengan 2 ma’na :

1. Rekmokolo yang berarti ”Rambut Geni” atau rambut api,

2. Rekmokolo yang berarti :
Rekso : Jogo : Jaga
Muko : Rahi : Muka/ Wajah
Kolo : Wektu : Waktu

”Reksonen muko-mu saben kolo” = ”Jagalah wajah (diri) mu setiap sa’at” iaitu dari nafsu syahwat

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menundukkan pandanganya, dan menjaga kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allaah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS : An Nuur : 30)

Pada ayat ini Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa mendahulukan penyebutan menundukkan pandangan dari pada menjaga kemaluan, maka hal ini menunjukkan pentingnya menundukkan pandangan sebagai sarana untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit yang dapat merasuk ke dalamnya, setelah itu barulah hati itu dapat tumbuh dan berkembang dengan diberi makanan hati yang berupa amal keta’atan sebagaimana badan yang juga butuh makanan agar dapat tumbuh dan berkembang.

Pada kenyataannya memang tidak mudah untuk diri menolak ajakan nafsu kepada kema’siatan. Pandangan mata adalah salah satu dari ribuan jalan setan untuk masuknya setan ke dalam darah manusia.

“Pandangan adalah salah satu anak panah beracun diantara anak panah iblis, semoga Allaah Mela’natnya. Barangsiapa meninggalkannya kerna takut kepada Allaah, maka Allaah Memberi -nya keimanan yang merupakan kelezatan dalam hatinya”. (H.R Imam Hakim)

Namun jikalau kita berani menolak, meninggalkan ajakan nafsu (pandangan mata), Ada Janji Allaah yang sangat besar kebaikan-Nya kepada diri

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya tidaklah sesuatu yang kalian tinggalkan kerana Allaah ‘Azza wa Jalla kecuali pasti akan Allaah gantikan untukmu dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang dia tinggalkan” [HR. Achmad no. 21996] Subchaanallaah..!.

* Cingkoro Bolo-Bolo Upoto

Gambar berikutnya adalah berbentuk Buto Nggeghem Godho Rujak Polo (Buto Menggenggam Gada Rujak Polo).

Godo : Gada
Rujak : Pastinya Pedas
Polo : Otak

”Jadi artinya gada yang terasa pedas di otak (mengeluarkan otak dari kepala manusia)”

-Siapa yang bakal dikeluarkan otaknya ?

-Siapa yang melakukannya ?

Jawab :

Malaikat Munkar-Nakir dalam kubur yang akan mengeluarkan otak manusia pembangkang !

* Empat Tiang Penyangga

Yang dimaksud 4 tiang ini oleh Kanjeng Sunan adalah :

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allaah Pemelihara alam semesta.“ (QS. Al-An‘âm : 162).

* Rumah

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْت

”,,Setiap jiwa pasti akan merasakan mati.”(QS. Ali Imran: 185)

Apa lagi maksud gambar rumah kalau bukan ”Rumah Masa Depan” ?

Antara gambar Cingkoro, Tiang dan Rumah ini satu pembahasan akhir kerna sememangnya inilah ”gambaran akhir kehidupan” manusia di bumi.

– Mari kita intip beberapa berita dari kubur

Yang ada dalam ajaran agama kita ini, setiap orang meninggal harus dikubur. UNIKNYA, saudara-saudara kita penggali kubur ini gak pandang bulu. Mau orang (mayit) itu adalah pak presidan, pak ErTe, milionair, gembel, semua akan dibuatkan istana yang sama ukurannya !! beda juga paling dikit doank ^__^ . RSSSSSSSSSS (Rumah Sangat Sederhana, Sempit Sekali, Seg-Segan, Sel-Selan, Sewo Senk)

Di dalam kubur, bagi kita hanya ada dua pilihan, ”SELAMAT atau LA’NAT” (fitnah) !!

Seperti yang telah dikabarkan dalam Hadits riwayat Bukhori :

إن العبد إذا وضع في قبره وتولى عنه أصحابه إنه ليسمع قرع نعالهم، قال: يأتيه ملكان فيقعدانه …). رواه مسلم كتاب الجنة 2870، ورواه البخاري، كتاب الجنائز 1338

“Sesungguhnya seorang hamba apabila telah diletakkan di dalam kuburnya, dan para pengantar telah pergi dari kuburnya, maka dia pun mendengar pijak suara sandal-sandal mereka.” Beliau bersabda (lagi), “Dua malaikat mendatanginya lalu mendudukkannya ….” (HR. Bukhori, kitab al-Jana-iz 1338 ; Muslim kitab al-Jannah 2870)

قال الله تعالى: يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ -سورة إبراهيم، الآية: 27 .

”Allaah Ta’aalaa Berfirman, “Allaah Meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.”(Qs. Ibrohim : 27)

Ketika mayat telah didudukkan, maka setelah itu akan datang malaikat guna menanyai 5 perkara. Bagi siapa yang mendapati keteguhan iman, maka ia akan selamat dari fitnah dan adzab kubur.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : المسلم إذا سئل في القبر شهد أن لا إله إلا الله، وأن محمدًا رسول الله، فذلك قوله تعالى: يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ – سورة إبراهيم، الآية: 27 (رواه البخاري، كتاب الجنائز 1369، كتاب الجنة 2871

Nabi Shollallaahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda, “Seorang muslim jika ditanya di dalam kuburnya lalu dia bersaksi bahwa tidak ada yang berhak untuk di’ibadahi kecuali Allaah dan bahwa Muchammad adalah utusan Allaah, maka itulah makna Firman Allaah Ta’aalaa dalam Q.S Ibrohim : 27” (HR. Bukhori : al-Janaaiz 1369; Muslim : al-Jannah 2871)

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: