fitroh

Bismillaah Bi-idznillaah

Alchamdulillaahi Robbil ‘aalamiin. Ashsholaatu wassalaamu ‘alaa Nabiiyinal Musthofa Sayyidina Muchammad wa ‘alaa aali Wa Shochbihi ajma’iin.

Dengan berharap Rochmat Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa, semoga tulisan ini nanti menjadikan washilah datangnya Hidayah serta Taufiq-Nya, membuka pintu-pintu qolbu yang masih Ditutup-Nya dari Nur Illaah, aamiiin.

”Kullu mauludin yuuladu ‘alal-fitroh,,” (HR. Bukhari dan Muslim)

* Fitroh kemanusiaan yakni manusia mengikuti hukum-hukum Tuhan terhadap manusia, makhluq terbaik yang dikaruniai akal fikiran.

Fitroh adalah khilqoh (kejadian manusia sejak tercipta dalam perut ibunya). { Ibn Mandzur, Lisan al-’Arab , jil. 7, h. 125}.

Kehidupan yang fitroh adalah kehidupan yang sesuai dengan Sunnatullaah atau hukum alam yang Allaah ciptakan. Fitroh bagi manusia adalah hidup secara manusiawi, wajar berdasar akal fikiran yang sihat dan hati yang damai. Fitroh kehidupan adalah baik adanya, saling mengasihi, menyayangi, menghormati, damai, dan tolong-menolong di antara sesama.

* Kehidupan di dunia ini penuh dengan misteri, yang sengaja Dia sembunyikan dari pengetahuan makhluq agar mereka mahu beriman dan berfiqir. Sebagaimana satu kejadian yang begitu nyata namun hampir diantara kita semua kurang begitu memerhatikan akan hal itu.

” Setiap Anak Yang Terlahir Dari Rahim Ibunda Akan Selalu Mengepalkan Kedua Tangannya”

Sungguh peristiwa ini merupakan salah satu bukti Kuasa Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa yang menyimpan rahasia dimana tak seorangpun tahu dengan pasti akan hakikat ma’na semua itu.

Dari kami yang semoga hal ini merupakan hidayah serta taufiq-Nya mengertikan hakikat kejadian itu dengan mengaitkan dalil-dalil naqli bahawasannya ” ianya(erti kepalan bayi) menunjukkan fitroh manusia sebagai makhluq yang selalu dalam kekurangan, sehingga SEGALA YANG ADA DALAM DUNIA HENDAK DIKUASAINYA”

Sebagaimana disebutkan dalam (mafhum) Hadits riwayat Bukhori : ”,,“Seandainya anak Adam diberi satu lembah yang penuh emas niscaya dia ingin lembah yang kedua, dan jika diberikan kepadanya dua lembah yang berisi emas niscaya dia akan mencari lembah yang ketiga. Tidak akan puas perut anak adam kecuali disumbat dengan tanah dan Allaah Mau Menerima taubat orang yang mau bertaubat.”

Maka inilah hakikat dari kejadian yang dengan jelas Ditampakkan-Nya kepada kita, dan pastinya bukanlah merupakan suatu kesia-siaan (tanpa hikmah).

Dan telah kita ketahui bersama bahawasannya ” Setiap Seorang Yang Kembali Menghadap Kehadirat-Nya (meninggal dunia), maka semua dalam keadaan telapak tangan terbuka, dan inilah titik balik dari kejadian pertama. Maka DENGAN RELA ATAU TERPAKSA, manusia HARUS melepaskan semua yang pernah ada dalam genggamannya.

Dengan kejadian-kejadian seperti ini,haruslah kita sedar bahawa tiada haq bagi kita dari dunia ini selain yang telah menjadi bahagian dari tubuh kita, dan itupun nantinya harus kita pertanggungjawabkan Dihadapan-Nya. Untuk apa kita pergunakan tenaga, kesihatan, akal fiqiran hingga kesempatan bernaffas.

* Dan dari sisi lain ada diantara kami yang mengertikan kejadian itu bahawa ianya merupakan rahasia dibalik rahasia, dan kami coba membaginya menjadi lima rahasia :

1. Rahasia Rizqi

Tiada seorangpun tahu dengan pasti apa yang akan didapatinya (rizqi) dari jalan , waktu, tempat mauhupun
besar dan rupa rizqi baginya. Dari Umar bin Al Khoththob Rodliyallaahu ‘anhu, Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allaah, sungguh Allaah akan Memberikan kalian rizqi sebagaimana burung mendapatkan rizqi. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”[HR. Ahmad (1/30), Tirmidzi no. 2344, Ibnu Majah no. 4164, dan Ibnu Chibban no. 402]

Dalam hal ini banyak terdapat pelajaran serta hikmah mulia yang dapat kita petik. Perhatikan keadaan hayawan ini mahupun lainnya, mereka tidak pernah merasa kekurangan, berkeluh kesah atau bahkan khawatir akan apa yang bakal terjadi esok hari. Padahal keadaan mereka tidak pernah memiliki simpanan makanan dalam sangkarnya. Cukup bagi mereka yang didapati hari itu dan habislah hari itu pula. Sedang manusia, mereka tidak pernah puas dengan segala kelebihan (rizqi) yang Allaah telah titipkan kepada mereka. Pada kenyataannya, meskipun manusia memiliki simpanan harta untuk 2-3 hari atau bahkan bulan, hingga tahun depan, mereka tetap saja mengkhawatirkan akan pembagian rizqi, sampai tak nyenyak tidur. Dan meskipun manusia memiliki 1 gunung emas, maka mereka tidak akan pernah puas, sehingga memaksa diri untuk mencari yang kedua, ketiga dan seterusnya.

Keadaan ini telah diberitakan oleh Nabiyullaah Muchammad Shollallaahu ‘Alayhi wa aalihi wa Baroka wa Sallaman Tasliima dalam Hadits riwayat Imam al Bukhori :

“Seandainya anak Adam diberi satu lembah yang penuh emas niscaya dia ingin lembah yang kedua, dan jika diberikan kepadanya dua lembah yang berisi emas niscaya dia akan mencari ladang yang ketiga.”

Maka bersikap zuhud sebagaimana telah dilakukan oleh beliau Shollallaahu ‘Alayhi wa Sallam adalah lebih utama. Dan boleh dikatakan bahawasannya Tashowwuf kebanyakan manusia masih kalah dengan hayawan ini.

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=274815789287048&id=100002758869620&set=a.103356559766306.3234.100002758869620&refid=56

2. Rahasia Jodoh

Mengenai rahasia Allaah yang satu ini, sebenarnya telah banyak kita saksikan dalam kenyataannya, bahawa 1 Tiada Yang Tahu Siapa dan Dimana Manusia Akan Berjodoh. Sebagai contoh konkrit, dua sejoli telah lama menjalin asmara, bahkan ada yang sampai 1,2 atau bahkan 4 tahun hingga lebih. Namun ternyata mereka tidak berjodoh. Sedangkan disisi lain ada yang baharu mengenal (saling ta’aruf) dalam waktu yang relatif singkat, (misal 7 hari) ternyata jalinan asmara mereka sampai kepada bangku pelaminan. Dan yang lebih menghairankan, perkenalan mereka terjadi tanpa ada unsur kesengajaan. Dan inilah Rahasia dibalik Rahasia Mulia-Nya.

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=274899212612039&id=100002758869620&set=a.103356559766306.3234.100002758869620&refid=56

3. Rahasia Taqdir

Mengenai taqdir, hubungannya dengan Rukun Iman yang terakhir, dan hal inipun merupakan Rahasia-Nya yang teramat Agung. Tiada seorangpun diberikan-Nya pengetahuan tentang hal ini kecuali orang-orang yang Dikehendaki-Nya, dan itupun teramat terbatas.

Taqdir manusia telah Ditentukan-Nya semasa janin berusia (#120 hari), sebagaimana keterangan dalam Hadits dari Ibnu Mas’ud, bahwasanya Rosuulullaah Sholallaahu ‘alayhi wa Salam bahawa beliau bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ

“ Sesungguhnya seseorang dari kamu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Setelah genap empat puluh hari kedua, terbentuklah segumlah darah beku. Ketika genap empat puluh hari ketiga , berubahlah menjadi segumpal daging. Kemudian Allaah Mengutus malaikat untuk meniupkan roh, serta memerintahkan untuk menulis empat perkara, yaitu penentuan rizqi, waktu kematian, amal, serta nasibnya, baik yang celaka, maupun yang bahagia. “ (HR Bukhori dan Muslim)

4. Rahasia Umur

Allaah Subchaanahu Wa Ta’aalaa berfirman : “”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu dilalaikan oleh harta dan anak-anakmu dari mengingat Allaah. maka barang siapa melakukan yang demikian, mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah rezeki yang kami berikan kepadamu sebelum maut datang menjumpai seseorang dari kamu; Lalu berkata:’Tuhanku Kalau dapat Engkau tangguhkan matiku sebentar saja, niscaya aku akan memberi sedekah dan aku akan menjadi orang-orang yang mengerjakan kebaikan.’ Allaah tidak akan memberi tangguh kepada seseorang apabila telah sampai ajalnya, dan Allaah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan.” (QS 63:9-11)

Rosuullullaah Shollallaahu ‘Alayhi wa Sallam pernah ditanya: “Adakah orang lain yang akan dibangkitkan bersama para syuhada?” Jawab beliau: “Ya, mereka itulah yang mengingat mati sebanyak duapuluh kali dalam sehari semalam.” Di lain peristiwa beliau menjawab : “Merekalah yang banyak mengingat mati dan selalu bersiap-siap menyambutnya. Merekalah orang-orang bijak, yang meninggalkan dunia dengan penuh kehormatan dan
tiba di akhirat dengan penuh kemuliaaan.”” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Abi’ddunia)

Tiada yang diberikan-Nya pengetahuan tentang umur makhluq, namun Dia adalah Robb Yang Maha ‘Adil. Maka manusia diberitakan walaupun sedikit tentang tanda-tanda ajal tiba.

Berikut adalah tanda-tanda kematian seseorang :

Tanda-tanda Kematian H -100

Ini adalah tanda pertama dari Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa kepada hamba-Nya dan hanya akan di sadari oleh mereka yang dikehendaki-Nya. Walau bagaimanapun semua orang islam akan mendapat tanda ini hanya saja mereka menyadari atau tidak. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan -akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan keha! diran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

H -40

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya diatas ‘Arsy Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa , maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika.

Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

H -7

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesaktian dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

H -3

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri, jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan Beransur- ansur masuk ke dalam telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan.

Tanda-tanda Kematian H -1

Akan berlaku sesudah ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu ahsar keesokan harinya.

Tanda-tanda Kematian (Tanda Akhir)

Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk dibahagian pusat dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian Halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Baginda Rosuulullaah Shollallaahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda :
“Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”

Sambung Rosuulullaah Shollallaahu ‘Alayhi wa Sallam lagi:
“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril ‘Alayhis Sallam akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril ‘Alayhis Sallam ” Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril ‘Alayhis Sallam akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dari sebuah Hadits bahwa apabila Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa Menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: “Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa.”

Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa berfirman yang bermaksud: “Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain.”

Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.

Maka berkata tangan : Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.” Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: “Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu.”

Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir.”

Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa.”Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa.

Kemudian Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa berfirman yang bermaksud : “Wahai malaikat-Ku, tulis Asma-Ku ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu.” Sebaik saja mendapat perintah Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa. Sebaik saja melihat Asma Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa dan cintanya kepada Allaah Subchaanahu wa Ta’aalaa maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.

Dari sekian banyak tanda-tanda kematian seperti yang dijelaskan di atas, semoga membuat kita semua akan selalu ingat mati. Karena sesungguhnya mengingat mati itu adalah Bijak.

Dalam sebuah Atsar yang dibawakan oleh al Imam al Ghozali mengenai keadaan manusia setelah melewati sakaratul maut :

”Demi Allaah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

5. Rahasia Tempat Kita Akan Dikubur

Firman Allaah dalam Q.S 31:34 :

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوت

”Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati,,”.

Kematian bersifat memaksa dan secara tiba-tiba menghampiri manusia bahkan tiada daya upaya sedikitpun untuk menghindar atau menolaknya dengan cara apapun. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Firman-Nya :

Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allaah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allaah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allaah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allaah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafiq) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7

Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allaah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62:

Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat

Dan Allaah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allaah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

DAHSYATNYA RASA SAKIT SAAT SAKARATUL MAUT..

Sabda Rosuulullaah Shollallaahu ‘Alayhi wa Sallam : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhori)

Sebenarnya satu rahasia yang bukan lagi dikatakan rahasia, iaitu kapan waktu kita akan Dipanggil-Nya, maka jawabannya adalah Sangat Dekat. Dengan demikian , apalagi alasan kita untuk tidak Segera Memperbaiki Tempat Tinngal Masa Depan di sana ?

Demikianlah ulasan singkat dari kami
Demikianlah yang kami sampaikan, semoga kita diberikan-Nya manfa’at dari tulisan ini.

Allaahummaghfirlanaa Yaa Ghoffuur 

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: